Burung Indonesia Luncurkan Outlet Amandava di Labuan Bajo

Selasa, 18 Juli 2017 | 21:18 WIB
Share Tweet Share

Kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Barat Aleks Hariyono didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Abdul Ganir dan Koordinator Burung Indonesia Wilayah Flores Tiburtius Hani, saat pengguntingan pita menandai peresmian Outlet Amandava di Wae Mata, Labuan Bajo. [foto: indonesiakoran.com/alfrendolino]

[LABUAN BAJO] LSM Burung Indonesia sudah berkiprah selama 15 tahun.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 ini, Selasa (18/7/2017), Burung Indonesia Wilayah Flores meluncurkan Outlet Amandava di Labuan Bajo.

Peluncuran outlet tersebut berlangsung di Kantor Burung Indonesia, di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Peresmian Outlet Amandava itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Barat Aleks Hariyono, didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat Abdul Ganir, Koordinator Burung Indonesia Wilayah Flores Tiburtius Hani serta seluruh staf Burung Indonesia Wilayah Flores.

Menurut Tiburtius Hani, Outlet Amandava merupakan tempat penjualaan produk makanan lokal hasil olahan masyarakat desa binaan Burung Indonesia di wilayah Flores.

Produk lokal tersebut berupa kopi, rebok (makanan khas Manggarai dari tepung jagung atau beras), beras merah, madu asli, gula semut, jamu instan, jahe, dan temulawak.

“Bagi masyarakat Labuan Bajo yang membutuhkan madu, kopi asli, beras merah dan jahe dapat dibeli di Outlet Amandava di Wae Mata,” ucapnya.

Burung Indonesia sengaja memilih nama Amandava, karena kata itu merupakan nama jenis burung pipit yang paling tidak disukai oleh para petani. Burung jenis itu sering memakan padi.

Dengan outlet ini diberi nama Amandava, Burung Indonesia sekaligus ingin mengajak masyarakat untuk lebih mencintai burung.

Untuk harga produk yang dijual di Outlet Amandava mulai dari Rp 15 Ribu hingga Rp 100 Ribu. Harga tersebut sangat terjangkau bagi masyarakat Labuan Bajo.

"Apalagi madu dan kopi serta produk lainnya merupakan bahan asli milik masyarakat Manggarai Barat sendiri," ujar Tiburtius Hani.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa Burung Indonesia sesungguhnya tidak hanya bergerak di bidang konservasi.

Lembaga konservasi burung ini juga bergerak di bidang lain, seperti pemasaran sejumlah hasil pertanian masyarakat dan makanan lokal.

Reporter: Alfrendolino
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar