Macron Soroti Perundingan Dagang

Minggu, 23 Februari 2020 | 23:12 WIB
Share Tweet Share

Presiden Prancis Emmanuel Macron

[PARIS, INDONESIAKORAN.COM] Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku tidak yakin kalau Uni Eropa mampu mencapai kesepakatan dagang dengan Inggris pada akhir tahun ini.

“Saya tidak yakin bakal ada satu persetujuan yang tercapai antara sekarang sampai akhir tahun nanti. Yang pasti perundingan akan makin alot karena Inggris bersikeras dengan kemauan mereka, termasuk soal perikanan,” ujar Macron dalam pertemuannya dengan nelayan Prancis di pameran perikanan dan pertanian di Paris, Minggu (23/2). Para nelayan itu khawatir mata pencaharian mereka terganggu oleh adanya Brexit.

Uni Eropa dan Inggris memang akan maju ke meja perundingan untuk menghasilkan perjanjian dagang menjelang berakhirnya transisi paska Brexit di akhir 2020.

Inggris secara formal telah mengakhiri keanggotannya di Uni Eropa pada akhir Januari 2020. Prancis dan sejumlah negara lain ingin nelayan mereka tetap bisa mencari ikan di perairan Inggris namun Inggris ingin otonomi penuh, termasuk membatasi masuknya nelayan dari Eropa.

Kepala tim perundingan Uni Eropa, Michel Barnier menyatakan prioritas-prioritas utama pihaknya dalam perundingan dengan Inggris adalah soal perikanan, keamanan dan penciptaan kondisi persaingan yang adil untuk perusahaan-perusahaan Eropa.

Barnier juga menolak keras usulan Inggris soal diberikannya akses permanen yang luas kepada perusahaan-perusahaan Inggris ke pasar Uni Eropa tanpa persyaratan tertentu.

Secara keseluruhan, kapal nelayan Prancis mendapatkan 30% pemasukannya dari hasil menangkap ikan di perairan Inggris.

Di sisi lain, otoritas Prancis menyatakan bahwa Inggris selama ini mengekspor kebanyakan hasil perikanannya ke Eropa. Ini mengisyaratkan bahwa para nelayan Inggris juga akan dirugikan jika perjanjian perikanan antara Uni Eropa dan Inggris tidak terwujud. 

Editor: Fadli


Berita Terkait

Komentar